Home / Kisah Wali Songo / Kisah Raden Syahid Gemar Mencuri Ketika masih muda

Kisah Raden Syahid Gemar Mencuri Ketika masih muda

Kisah ini menceritakan ketika Raden syahid masih muda, yang masih labil, ia suka mencuri dan merampok para bangsawan atau hartaawan yang peling. harta jarahan tersebut diberikan kepada para fakir miskin. ia menganggap tindakan itu sudah benar, meskipun sebenarnya kurang benar. Untuk lebih jelasnya silahkan simak cerita di bawah ini.

Kisah Raden Syahid gemar mencuri

Raden Syahid gemar mencuri

Niat untuk mengurangi penderitaan rakyat sudah disampaikan kepada ayahnya. Tapi sepertinya ayahnya tidak bisa berbuat banyak. Raden Syhid cukup memahami posisi ayahnya yang hanya adipati bawahan majapahit. Tapi, niat untuk membantu rakyat Tuban yang kelaparan tidak pernah padam.

Jika malam-malam sebelumnya, Raden Syahid sering berada di dalam kamarnya sembari mengumandangkan ayat-aya suci Al qur an, maka sekarang ia keluar rumah. Dan saat penjaga gudang kadipaten tertidur lelap, ia mengambil sebagian hasil bumi yang ditarik dari rakyat yang akan disetorkan ke majapahit. Bahana makan itu kemudian dibagi bagikan kepada rakyat yang sangat membutuhkan.

Namun rakyat tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya, mereka menjadi kaget dan bercampur girang ketika menerima rezeki yang tidak mereka duga. Bahkan mereka tidak pernah tahu siapa orang yang memberi rezeki itu. Mengapa demikian? karena raden syahid selalu melakukannya di malam hari secara sebunyi sembunyi. Bukan hanya rakyat yang terkejut atas rezeki yang sekan akan turun dari langit itu. Penjaga gudang kadipaten juga merasa kaget, hatinya cemash karena seluruh barang yang akan disetorkan ke pusat kerajaan majapahit berkurang setiap hari.

Penjaga gudang itu ingin mengetahui sosok pencuri barang hasil bumi di dalam gudang. Suatu malam ia sengaja mengintintip dari kejauhan, yaitu dari balik sebuah rumah yang tidak jauh dari gudang kadipaten. Dugaannya ternyata benar bahwa ada seseorang yang membuka pintu gudang. Ia tak berkedip memperhatikan penciri itu. Ia kaget dan mapir tidak percaya jika yeng mencari pecuri itu adalah raden syahid  yang merupakan anak dari atasannya sendiri yaitu adipati wilatikta.

Penjaga gudang itu tidak berani untuk melaporkan sendiri kepada adipati wilatikta. Ia khawatir dianggap membuat fitnah. Maka ia hanya minta dua orang saksi dari sang adipati untuk memergoki pencuri yang mengambil hasil bumi rakyat yang tersimpan di gudang. Raden syahid tidak pernan menyangka bahwa perbuatannya bakal ketahuan malam itu. Ketika ia hendak keluar dari gudang sambil membawa bahan makanan, tiba tiba tiga orang prajurit kadipaten menangkapnya beserta barang bukti yang di bawa. lalu ia dibawah ke hadapan ayahnya.

Mengetahui anaknya mencuri, sang Adipati wilatikta pun menghardik anaknya “Sungguh memalukan sekali perbuatanmu itu, syahid”. “Kurang apakah aku ini? benarkah aku tidak menjamin kehidupanmu di istana kadipaten ? Apakah aku pernah melarangmu untuk makan sekenyangkanya di istana? atau apakah aku tidak pernah memberimu pakaian? mengapa kamu lakukan perbuatan tercela ini?”

Raden syahid tidam seribu bahasa. ia tidak mengeluarkan suara apapun. Ia berkata dalam hati, biarlah hanya hatinya yang tahu, biarlah orang tidak pernah tahu untuk apa ia mengambil barang yang tersimpan di gudang kadipaten. biarlah ayahnya tidak pernah tahu, bahwa ia memberikan barang-barang itu kepada rakyat.

Ayahnya, adipati wilatikta semakin marah melihat sikap anaknya yang tidak menjawab untuk apa dirinya mencuri barang-barang hasil bumi yang hendak disetorkan ke majapahit? Untuk itu ia harus mendapat hukuman karena kejahatan yang dilakukannya. Sebab baru pertama kali ini raden syahid melakukan pencurian, maka ia hanya mendapat hukuman cambut dua ratus kali pada tangannya. Kemudian ia disekap dan tidak boleh keluar rumah selama beberapa hari.

Hukuman yang diterima raden syahid tidak membuatnya jera. Justru ia malah melakukan tindakan yang semakin gila. Setelah selesai masa hukumannya, Ia kemudian keluar dari lingkungan dari lingkungan istana dan tidak pernah pulang. Sampai sampai ibu dan adiknya cemas. APakah yang dilakukan raden syahid setelah keluar dari istana?

Raden syahid tetap melanjutkan kegemaran mencurinya dengan menggunakan topeng khusus dan berpakain serba hitam. Raden syahid juga merampok harta orang-orang kaya di kabupaten Tuban. Namun ia lebih sering mencuri di rumah orang kaya yang pelit dan para pejabat kadipaten yang berlaku curang. Harta hasil curitan itu bukan untuk kepentingan pribadi namun seperti sebelumnya, yaitu untuk diberikan kepada fakir miskin dan orang -orang yang menderita. Tapi, ketika perbuatannya mencapati titip jenuh, ada saja orang yang bermanksud mencelakaianya.

Pada suatu ketika, ada seorang pemimpin perampok sejati yang mengetahui aksi dari raden syahid yang menjajarah harta pejabat kaya. Kemudian, pemimpin perampok itu mengenakan pakaian yang serupa dengan pakaian raden syahid, bahkan ia mengenakan topen seperti topeng raden syahid. pada suatu makam, raden syahid yang baru saja menyelesaikan shalat isya mendengar jeritan tangis para penduduk desa karena kampung mereka sedang dijarah perampok

Raden syahid segera mendatangi tempat kejadian itu. Begitu mengetahui kedatangannya, kawanan perampok itu segera berhampuran melarikan diri. hanya tinggal pempimpin mereka yang sedang memperoksa seorang gadis cantik. Raden syahid mendobrak pintu rumah si gadis yang sedang diperkosa. Di dalam sebuah kamar, ia melihat orang yang berpakaian seperti dirinya dan mengenakan topeng serupa sedang berusaha mengenakan pakaianya kembali. Rupanya, orang itu sudah selesai memperkosa gadis itu.

Raden syahid berusaha menangkap perampok itu. Namun, pemimpin rampok itu berhasil melarikan diri. Suara kentongan dipukul berlalu lalu mendadak terdengar, sehingga penduduk dari kampung lain berdatangan ke tempat itu. Pada saat itu, si gadis yang baru diperkosa perampok tersebut mengamburkan diri dan menangkap erat erat raden syahid. ia pun menjadi paning dan kebingungan. Sementara itu, para pemuda desa dari kampung lain menerobos masuk dengan senjata terhunus. Raden syahid ditangkap dan di bawah ke rumah kepala desa.

Kepala desa yang merasa penasaran mencoba membuka topeng yang dipakai wajah raden syahid. Begitu mengetahui orang di baling topeng itu, sang kepala desa menjadi terdiam. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa perampok itu adalah putra pimpinannya sendiri. yaitu raden syahid. Pada waktu itu, masyarakat menjadi panik. Raden syahid ditangkap merampok dan memperkosa seorang permepuan. si gadis yang diperkosa adalah buakti kuat dan saksi hidup atas kejadian itu.

Sang kepala desa masih berusaha mentutup aib pimpinannya. Diam-diam ia membawa raden syahid ke istana. kadipaten tuban tanpa diketahui banyak orang. Tentu saja, sang adipati menjad murka, yang biasanya selalu membela dan menyayangi anaknya, kini ia naik pitam sehingga raden syahid diusir dari wilayah kadipaten tuban.

“Pergi dari kadipaten Tuban ini! kamu telah mencoreng nama baik keluargamu sendiri! pergi! jangan kembali sebelum kamu dapat menggetarkan seluruh dinding istana kadipaten tuban dengan ayat ayar al qur an yang ering kamu baca di malam hari” bentak sang ayah pada anaknya.

Sebenarnya, adipati wilatikta sangat terpukul atas kejadian itu. raden syahid yang diharapkan dapat menggantikan kedudukannya sebagai adipatu tuban ternyata telah menutup kemungkinan ke arah itu. Sirna sudah segala harapan sang adipati. Hanya satu orang yang tidak dapat memepercayai perbuatan Raden Syahid, yaitu adiknya yang bernama Dewi Rasa Wulan. Menurutnya tidak mungkin sang kakak berbuat seperti itu. Raden syahid itu berjiwa bersih dan luhur, sehingga kemungkinan bisar ia tidak mungkin melakukan perbuatan keji itu.

Siapakah orang yang tidak hancur hatinya jika mengalami kejadian seperti itu? Raden syahit yang bermaksud menolong fakir miskin dan penduduk yang menderita, tapi justru dirinya sendiri yang harus menelan derita. Dan akhirnya ia diberi hukuman dari ayahnya berupa disuri dari kadipaten tuban. Selain itu, tidak ada satu pun orang tua yang tidak terpukul hatinya jika mereka mengetahua bahwa anak dambaan hatinya tiba tiba berbuat jahat, yang kemudian menghancurkan nama baik dan masa depannya sendiri. Namun itulah peristiwa yang harus dialami oleh Raden Syahid.

Bila saja tidak ada peristiwa yang menyakitkan itu mungkin raden syahid tidak mungkin menjadi seorang ulama besar dan wali yang dikagumi oleh seluruh penduduk di tanah jawa. Ketika ia betul betul meninggalkan kadipaten Tuban. Dewi rasa wulan yang sangat menyayangi akaknya merasa kasihan. Tanpa sepengetauan ayah dan ibunya, ia meninggalkan istana kadipaten Tuban untuk mencari kakaknya syahid yang hendak diajaknya pulang.

Mendengar hal ini tentu saja ayah dan ibunya sangat kebingungan. Kemudian sang ayah segera memerintahkan puluhan prajurit tuban untuk mencari dewi rasa wulan, namun mereka tidak pernah berhasil menemukannya. Pada akhirnya, dewi rasa wulan ditemukan oleh Empu Supa, seorang tumenggung majapahit yang menjadi murid sunan kalijaga. Kemudian, dewi rasa wulan dijodohkan degan empu supa. Dan mereka kembali ke tuban dengan di antar sunan kalijaga yang tidak lain adalah raden syahid.

Facebook Comments

About Gunawan

Check Also

Cerita Sunan Kudus

Cerita Sunan Kudus – Senopati Hebat dari Demak Bintoro

Cerita wali songo kali ini mengisahkan cerita sunan kudu, beliau merupakan senopati yang hebat dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *